Sabtu, 27 September 2014

Aku dan Sebuah Catatan

Aku dan Sebuah Catatan
Karya: Abd. Rahman/Ame’ Parepare, 26/09/2014

Dari rumah menuju sebuah persimpangan
terdengar seruan Adzan dengan nyaring nan merdu
memanggil jiwa untuk segera berserah kepadaNya yang Kuasa
jelas kepada jiwa yang masih sibuk mengurusi perkara dunia

Di persimpangan itu
suara bernada Tanya Menghadang jiwa
yang mungkin telah kehilangan arah

Engkau Mau Kemana Nak ?
katanya, seorang perempuan parubaya sedang mananyaiku
diam dan tanpa untaian kata yang kuberi sebagai jawaban,
namun dalam hati ku berucap
“akan ku jawab tanyamu dalam sebuah catatan”

Perempuan itu diam dan lekas pergi
Hingga Adzan Masjid kampung sebelahpun tak terdengar lagi
namun ke dua kakiku masih saja kaku dan tak beranjak pergi

Hey sang angin yang berhembus pelan
bawa aku terbang jika kakiku tak mampu lagi melangkah
terbangkan Aku setinggi mungkin
walau tanpa sayap sekalipun

hey Sang dewa pengkelana
tuntun Aku menyusuri jalan yang tak bertanda ini
bawa Aku ke tempat
dimana tiada kata yang tak bermakna
tiada Tanya yang tak terjawab
dan tiada cinta yang tak terbalas

dan kuharap tak seperti tempatku saat ini
yang di penuhi kata-kata kebohongan
yang di penuhi Tanya yang menyesatkan
dan cinta kasih yang telah di lenyapkan

hingga sampai tiba waktuku tak kembali
ceritakan diriku kepada tempat asalku
walau hanya dengan sebuah catatan

Kamis, 25 September 2014

Keindahan Di Balik Jendela

Keindahan Di Balik Jendela  
Abd.Rachman/Ame’LeftRed
 
Coretanpun kembali menghiasi buku saku berwarna putih ini
sepintas terbayang paras dengan senyum lugu yang menghiasi
kata demi kata pun terurai dengan lembut dalam sunyi
hingga segerombolan kata itu
berubah menjadi kalimat indah bagiku
yaaa…. Benar begitu indah bagiku
Pena kecilku bergoyang mesrah menjelajahi lembar demi lembar buku ini
tak kusadari, wajah manis dengan lesung pipi
berhasil di gambarkannya walau tak seindah aslinya
karena ku tahu…. Tak ada yang mampu
menyerupai wajah lugu penuh malu dan ragu
yaitu kau dengan senyuman di balik jendela
yang selalu ku nikmati di pagi hari
kala ku berjalan di persimpangan jalan sudut desa

Mengapa Kita ngeBlog ? (cerita P.U & Sarri)

Mengapa Kita ngeBlog ? (cerita P.U & Sarri)
Amarah-26/09/2014
 
Artikel ini sengaja kutulis tentunya dengan rada-rada iseng tapi bisa juga dibilang serius karena bisa saja menjadi salah satu platform untuk sarana ngeblog dan bulan depan tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional atau Hari Narablog Nasional(selamat Ulang tahun). Jaman dahulu kala ada insan yang saling bersahabat karib bernama Uma biasanya akrab dipanggil P.U (gg tau bagaimana sejarahnya sehingga bisa demikian) dan Wandi yg biasanya dipanggil sarri (masih bingung sejarahnya sehingga bisa demikian juga masi sangat samar-samar) mereka berdua berdiri didepan Dekkernya Wahi sembari menghisap rokoknya dengan merek Clas Mild (meskipun kelihatan bermerek tapi hutang masih menumpuk dipenjual rokok hehehe). P.U kelihatan Kesal kelihatan dari mukanya yang ditekuk, usut punya usut dan diteruskan dengan cek per-cek teryata mereka bimbang dan Bingung karena mereka bingung mengapa kita Kegilaan Ngeblog sampai-sampai harus mengeluarkan banyak Uang untuk main blog mereka laksana kesakitan yang divonis bersalah oleh hakim tampa bisa mengajukan banding ke pengadilang  tinggi dan sepertinya permintaan grasi pun juga sudah tertutup kalau kita tidak ngeblok dalam sehari. (coba bayangkan)


Setelah merenung dipinggir Dekker sambil jongkok, si sarri berpendapat seperti ini dalam dunia yang serba demokrasi ini (cie-cie...woe mana Heleng..heleng 3x) tentu perbedaan adalah sebuah hal yang sah-sah saja Ngeblog adalah sebuah pilihan yang berbeda-beda ada yang menganggap Ngeblog adalah sebuah keputusan tidak lain karena dorongan dari pada Hobby semata mereka merasakan kenikmatan tiada tara laksana memakan Durian Otong Made in pusuk ketika mereka mampu membuat sebuah postingan dan dikomentari oleh orang lain


Dan ada juga orang yang ngeblog karena urusan bisnis karena Ngeblog banyak orang bisa menghasilkan Uang lewat Ngeblognya maka tidak heran kalau saya membaca postingan dari blog sebelah menulis banyak orang meninggalkan pekerjaanya yang digaji perbulan 3 juta diperusahaan meninggalkan karena penghasilanya ngeblog diatas 3 juga perbulanya bahkan sampai puluhan juta mereka bisa dapatkan dengan jalur Ngeblog.percaya atau percaya bangeet terserah yang jelasnya opsinya cuman itu gg ada alternatif lainya.hehehe (pemaksaan)


Dengan Ngelog kita bisa menambah skil kita terutama dalam hal pengetahuan, kok bisa ya... ? ya bisa lah... karena di blog kita akan disuguhi dengan menambah postingan kita. Kita akan diajak trus untuk menulis yang tentunya sesuai dengan kebutuhan pasar bagi para pengguna internet, maka otak kita akan dipaksa berputar-putar (awas bisa gila boz) untuk membuat sebuah tulisan/artikel agar menarik untuk dibaca bagi khalayak. Bisa dibayangkan, gg dibayangkan juga gg apa-apa yang penting dibaca dengan saksama hehe ratusan juta orang menggunakan internet setiap harinya, hal inilah yang membuat para bloger memacu untuk trus menambah kreatif kita dalam membuat sebuah postingan yang enak dipandang mata bukan dipandang sebelah mata hehehe


Penjelasan yang dangkal dan subjektifisme dari si sarri, si PU belum bisa menerima dengan ikhlas dan lapang dada. Maka si sarri melanjutkan kembali Penjelasanya Ngeblog itu mempunyai 3 jurus yang akan tumbuh dalam diri para blogger yang pertama adalah nilai seni waaaoww.......karena dengan tumbuhnya cinta sejati dalam diri para blog maka seni untuk mempercantik blok kita akan nampak, seni mengatur tata letak, widget, warna, latar, template, bagaimana sehingga enak  tenang pengunjung yang datang ke blok, semua itu lahir dari buah ide-ide cantik seni.


Trus yang kedua adalah postingan atau tulisan yang akan kita masukkan kedalam blog kita tentu seperti yang saya jelaskan diatas tadi adalah sebuah barang yang tidak datang begitu saja dia lahir dari sebuah bentuk karya cipta yang butuh ketelitian dan pengalaman yang mumpuni sehingga dapat menghasilkan sebuah tulisan yang bisa dibaca oleh pengunjung, kalau tulisan yang tidak bermamfaat kita masukkan kedalam blog kita maka yakinlah fens-fens (artis korea kapang) kita akan kabur. Maka dari itu kita membutuhkan sebuah ketelitian pengalaman dan pengetahuan untuk bisa membuat sebuah postingan
Trus yang ketiga adalah apa ?? tunggu dulu penulis akan membuat kopi dulu berhubung si penulis lagi mau minum kopi siapa tau dengan minum kopi penulis bisa Ganteng heheh


Yang terakhir adalah publikasi seorang blogger ditantang untuk bagaimana  mempublikasikan bloggernya tentunya dengan berbagai macam cara dilakukan disini dibutuhkan sebuah keahlian untuk dapat mempublikasikan agar bisa blog kita terjangkau dikalangan orang banyak, biasanya orang berbondong-bondong bagaimana agar beranda pencarian google tampil dihalaman utama setiap orang melihat pastingan yg kita buat dan pasti menjadi impian para blogger agar bisa postingan yang kita tampilkan muncul halaman utama


Melihat si PU lagi Galau dengan penjelasan tersebut maka tulisan ini bersambung minggu depan semoga tulisan ini gg bermutu selamat dan terimah kasih

Selasa, 23 September 2014

Cerita Hari Ini

Cerita Hari Ini

Masa dimana mendung tak lagi
melindungi dari teriknya mentari
masa ketika malam tak lagi menjadi hiburan
bagi lelah dan jenuh yang kini
telah merajai diri


hingga tiba waktu dimana kesesatan
menghempas jiwa yang kebingungan
akan arah yang kemarin telah di lalui


jika benar kasihmu yang kan menyelamatkanku
maka selamatkanlah diriku yang sesat hari ini
jika benar cintamu
yang kan menuntun langkahku yang terbata
maka raihlah tanganku
dan bawa aku ke dunia cinta kasihmu....

Kamis, 11 September 2014

MENARA 2 HATI

MENARA 2 HATI
Cerpen Karya Monica Sebentina

“ Bukannya aku telah dicintai
Apalagi yang kucari
Bukannya lelaki itu yang selama ini mengarungi hati ku
Tapi kenapa aku masih ragu “

Ada apa dengan hati ku , Via mulai membatin dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi , perubahan hatinya menurun drastis bagaikan thermometer.
“ Kring , kring , kring “ suara ringtone handphonenya sudah membuyarkan lamunannya
“ Reza memanggil “ terlihat jelas dimatanya siapa yang menelponnya , Kenapa begitu sangat malas mengangkatnya Pikir Via . Dia hanya membiarkan ringtone it uterus berbunyi seakan-akan menjadi pembawa alunan nada dalam tidurnya .
“ Via , lu dimana sih , kenapa telpon gw gak diangkat , lo kenapa vi “
“ Brakkkkkkkkkkkkkkkkk “ reza menghempaskan tubuhnya , sudah hampir satu minggu Reza merasa Via Menghindarinya . Wanita yang menurut dia sangat Perpect itu .
“ Oke , Vi kalau lo gak mau angkat telpon gw ,tapi seenggaknya lo kan bisa kasi tau gw lo knp “ Reza masih terus berfikir dengan logikanya.
“ tok , tok , tok “
“ Eh Maz reza “
“ via ada bik “
“ ada tunggu sebentar ya bibik panggilin dulu “

Sambil berlari si bibik memanggil majikannya yang sedang tidur dikamarnya
“ Non , Non ada mas reza didepan , mau ketemu non via “
What , reza “ apa bik , reza aduh bik tadi kan via bilang , via gak mau diganggu siapapun “
“ kasihan non , maz reza kelihatan capek banget , makanya bibik suruh masuk “

No ….. no ….. no …… gw gak boleh ketemu dia , tapi kenapa , gw kenapa sih “ Via gak tau apa yang terjadi dengan hatinya , reza tidak pernah bersalah , dia baik mencintai via dengan tulus , mungkin saat ini hati via yang salah .
“ bik , bilang aja via lagi kurang enak badan , gak mau diganggu “
“ tapi non “
“ udah sana gak usah pake tapi-tapi “
“ Via mana bik “
“ehm , ehm itu maz non via lagi kurang enak badan jadi gak mau diganggu “
Reza semakin heran , dengan sikap via padanya dan memutuskan pergi tanpa banyak bertanya .
Dari sudut jendela via melihat rona kecewa dari wajah reza , “ Sory za , secepatnya gw akan cari tau perasaan gw kenapa , gw gak akan ngebiarin lo nunggu lama dengan sikap gw yang kaya gini .

At Kampus ( Keesokan harinya )
Vi …………

Vi………….
“siapa sih pagi-pagi udah ganggu “
“ ada apaan sih “ dengan kesal via menoleh kebelakang
“ Elo “
“ ntr Malam ada acara gak “
“gak , ada apa “ ( Dengan wajah yang jutek )
“ jalan yuk “
( masih berfikir ) boleh juga piker via
“ oke deh , jam berapa “
“ jam 8 , gw jemput di rumah loe “
“ oke , ditunggu “
Tumben lu mau diajak kencan sama angga , bukannya lo dah nola dia berkali-kali , trus reza gimana , lu sama reza dah putus , pertanyaan para sahabatnya membuatnya pusing dan membiarkan mereka berkicau bagai rajawali .

At Dinner 20.00
“ Tin ,tin ,tin “

Via keluar dengan tampilan menawan walau dalam hatinnya , hanya terpaksa berkencan dengan angga yang telah berpuluh-puluh kali ditolaknya .
“ Lo , keliatan cantik vi “
“ Jadi kencan gak “
“ jadi , tapi jangan galak gt donk , ntar cantiknya ilang lo “
“ udah , mending lo nyetir yang bener yar kita cepet sampenya “
“ Sipp , Prinsess via “
Dalam hatinya via ingin tertawa mendengar sebutan itu .
“ MAKAN MALAM ROMANTIS “
“ Ini , lo yang siapin semuan “
“ ia , udah lama sebenarnya gw , mikir untuk ngajak lo kesini , tapi ………. “

Angga memilih tidak tidak meneruskan perkataannya
“ Sebenarnya gw gak bermaksud gt , tapi kan lo tau , kalau gw dah punya pacar “
“ ia , tapi mala mini lo bukan milik siapa-siapa , lo ada sama gw bukan sama reza “
Rasanya memang seperti Prinsess untuk malam ini , setidaknya itulah yang dirasakan via
“ its Oke vi , Cuma mala mini “

Sejak kencan pertama via mulai terlihat sering jalan bareng angga , via bahkan lupa apakah reza masih pacarnya atau bukan , bahkan dia tidak tahu lagi kabar tentang reza , dia dimana , ada apa dengannya , dan apa yang terjadi padanya , tapi yang saat ini dia tahu dia sedang bersama denga angga .

Via , burghhhhhhhh
“ aduh , kalian ini jalan kayak maling aja deh “
“hush , dasar kalau ngomong tu dipikir dong “
“ habis main tabrak aja , ada apa sih “
“ ada apa , kita yang mesti nanya ada apa “
Maksudnya
“ maksudnya , sebenarnya status lo sekarang pacar reza atau angga sih “ Trus reza kemana “

Ia ya reza keman , udah hampir 2 bulan gw berusaha mencoba mencari tentang perasaan gw dan ngebiarin reza dengan status Plus atau minus
“ Kejam banget sih gw “
“ eh, lu ditanya malah diam aja “
“ ntar deh , gw cari tau reza dimana , via begitu saja pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya.

“ Dibawah laci “
Surat zaman sekarang masih ada pake surat , kaya Pra sejarah aja “
“gw tunggu di taman “
Angga
Angga ngajak ketemuan di taman , ngapain ?
“ Angga “
“ hy vi “
“ Ada apa kok lo ngajak ketemu disini “
“gw sayang sama lo vi “ Lo mau kan jadi cewek gw “

Via merasa hatinya kembali berbunga-bunga, tanpa sadar bahwa dia masih status plus pacar reza.
“ Reza memanggil “

Tiba-tiba handphonenya berbunyi
“ hallo , vi gw ada dirumah lo , gw pengen bicara tentang kita “
“ ia , gw pulang “
“ siapa vi “ tiba-tiba angga mengejutkannya
“gw balik dulu ya “
“gw antarin ya “
“gak usah “ Via berlari begitu saja
Via berlari nafasnya seakan memburu dengan perasaannya , entah kenapa jantungnya bedegup sangat kencang , Bajunya basah kuyup akibat hujan yang menderanya , sesampainya dirumah via mendapat reza duduk ditepi teras rumahnya .
“ za “

Lo ngapain disitu , kenapa gak masuk
“gak papa kok , gw disini mau nungguin lo pulang “

Reza memegang punda via , dia menatap mata via penuh pertanyaan
“ Ada vi , “
“ Maksud lo apa “ Via berpura – pura heran
“ Ada apa dengan hubungan kita “

Via mulai menangis , dia merasa bersalah dengan sikapnya yang egois pada reza
“ Sory za “
Sory , kalau dulu gw pernah bilang kalau gw bakalan mencintai lo selamanya
Tapi , gw juga gak tau kenapa tiba-tiba perasaan gw kek gini

Perasaan gw sama seperti thermometer yang gak tau kapan berubahnya , gw berusaha cari tau tentang perasaan gw , apa yang terjadi dengan perubahan hati gw .
“ Maff , za “ Maff “

Via gak bisa lagi meneruskan kata-katanya
“ Its oke via , gak papa kok , lo gak salah , gw gak da hak buat ,marah karena itu adalah hati lo “
“gw gak papa vi , lebih baik lo jujur sekarang dari pada gw melihat lo selingkuh sama cowok lain “
“ tapi kita masih bisa temenan kan “ sahut via
“ tentu , selamanya akan menjadi teman vi , kecuali perasaan lo atau gw berubah lagi “

Via sadar dalam satu keadaan manusia tidak bisa mencintai buat selamanya , hati seseorang bisa berubah kapan pun dia mau .
Via tidak lagi berkata , dia mencintai seseorang selamanya , tapi kini dia hanya berkata
“ Untuk saat ini , atau untuk waktu yang tidak ditentukan aku akan mencintai kamu “ tapi untuk seterusnya hanya hati ku dan Tuhan yang tahu .

PROFIL PENULIS
Nama : Monica Sebentina
TTL : Delitua 20 juli 1992

SURAT AMPLOP BIRU

SURAT AMPLOP BIRU
Cerpen Karya Ria Margati

Entah ada apa dengan malam ini, mataku terus berdenyut-denyut disebelah kiri, mataku tak dapat terpejam ditengah larutnya malam, lamunanku tidak menentu, jantungku pun berdetak lebih cepat dari darah ku yang mengalir lebih deras, aku seperti sedang diatas awan yang melambung tinggi terbawa angin.
Aku mencoba memahami apa yang terjadi dimalam itu , setelah aku ikuti kata hatiku ternyata aku teringat seseorang yang jauh nan disana, jauh dari kelopak mata dialah Aiya, seseorang yang pernah singgah dihatiku dan telah pergi seperti debu diatas telapak tangan yang terhembus angin lalu terbang tidak tentu arah dan tidak tahu kemana arah itu .

Namaku adalah Arif seorang cowok yang selalu tersakiti dengan perasaan, sampai saat ini aku belum bisa melupakan bayangan itu, bayangan yang selalu hadir disetiap mimpiku, aku sangat membenci dia, tetapi entah mengapa semakin aku benci semakin dalam rasa sakit di hati ini.
Aku mencoba menghibur perasaanku dengan memutar MP3, tiba-tiba air mataku mentes dipipiku,” Dapatkah waktu kan memberi aku saat indah bersamamu mungkinkah aku kan mencintaimu disetiap hembus nafasmu.. sampai akhir hidupku” lagu dari The Titans itu yang membuat aku meneteskan air mataku untuk seseorang yang telah merusak hidupku.

6 bulan berlalu...
Aku sudah mulai terbiasa dengan kesendirianku dan sudah bisa melupakan seseorang, aku telah berjanji aku tidak akan pernah mengingat-mengingat tentang dia dan mendengarkan namanya dalam hidupku maupun dalam mimpiku.

Pukul 07.00 aku harus masuk sekolah, bersama motor tercinta yang selalu menemaniku kemanapun aku ingin perg dan kuparkirkan motorku diantara kumpulan sepeda dan motor yang berjejer dengan rapih. Berjalan didepan menuju pintu masuk kelas aku sudah melihat sahabatku. Rif, dia memanggilku, dia adalah Ozy sahabat terbaiku, yang selalu ada disaat aku butuhkan, selalu ada menemani hariku yang kesepian, aku dan Ozy selalu bersama-sama, aku menghampirinya. “Tumben kamu lebih awal datangnya dari pada aku Zy?”, panggilku, “tentu dong Rif, Ozy gitu”, ungkapnya. Kita pun masuk kelas menuju bangku dan mengikuti pelajaran seperti mana biasanya.

Pelajaran hari ini telah usai, aku dan Ozy keluar kelas menuju kantin. Kantin siang ini rasanya special karena hanya aku dan Ozy yang ada disana dengan banyak makanan yang enak dan lezat. Aku dan Ozy adalah siswa yang paling terkenal doyan makan dikantin tapi saat ini rasa napsu makanku terlihat berkurang, “aku makan dulu ya soalnya aku sudah laper banget nih, ga apa ya aku duluan?”, aku hanya tersenyum melihat Ozy.

Kami asyik mengobrol dikantin sampai makanan habis, tanpa melihat jam dan menunjukan pukul 14.00. Tiba-tiba Ozy menepuk bahuku, “Rif, aku lupa disuruh beli obat Asma untuk adikku, temani aku ya!” sembari tersenyum tanda mengiyakan.

Aku dan Ozy beranjak dari tempat duduk menuju parkir motor dan berangkat ke Poliklinik. Sembari duduk menunggu Ozy dipanggil untuk membayar karena ramai. Tiba-tiba aku ingin berjalan-jalan disekitar rumah sakit, disaat aku berjalan aku melihat seorang ibu yang sedang menangis dan coba mendekat ternyata Ibu Puji ibu kandung Aiya. Rasa penasaranku “Assalammualaikum, bu” pada ibu Aiya, “waalaikumsalam, Arif” tiba-tiba memelukku “ibu kenapa?” keheranan “Ai...ya, Aiya sakit” dengan terbata-bata “Aiya, sakit apa bu?”. Sambil mengantarku masuk ke ruang ACU, betapa terkejutnya aku melihat Aiya terbaring lemas dengan selang-selang penopang hidupnya, tiba-tiba ibu “Aiya, sakit Jantung mungkin umurnya tak lama lagi” sambil memegang bahuku. Malam itu aku menginap di rumah sakit menemani Ibu Aiya. 

Sebelum tidur kami membisik“Selamat Ulang Tahun Aiya”aku dan ibu tidur di samping Aiya, tiba-tiba tangan Aiya bergerak sebagai tanda bahwa dia sudah sadar tepat pukul 12 malam. Semua orang berkumpul melihat Aiya siuman dan memberikan sebuah kejutan untuknya sebagai hadiah Ulang Tahunnya ke-17, kemudian Aiya menyuruh ku mengambil amplop biru di lemari. Hanya 1 jam kami bersama dan belum sempat aku buka amplop itu, tiba-tiba Aiya pingsan dan dokter menyuruh kami semua keluar dari kamar dimana Aiya dirawat. Saat aku berdoa agar Aiya bisa sadar kembali terdengar bisikan“Selamat Ulang Tahun Arif”suaranya terdengar mirip dengan Aiya, karena Ultah Aiya 20 Juni berbeda 1 hari saja. Beberapa saat kemudian dokter keluar dari kamar Aiya, maaf bu, kami telah berusaha semaksimal mungkin tetapi Tuhan telah berkehendak lain, ibu dan keluarga harus sabar ya ucap dokter itu kepada aku dan ibu Aiya juga suadaranya yang telah berkumpul, suara tangisan tak terbendung lagi, suasana berubah menjadi suasana kesedihan dan tangis di ruangan itu, aku pun tidak sanggup lagi untuk melihatnya walaupun untuk yang terakhir kalinya pada dia ditambah aku tidak kuasa melihat ibu Aiya yang telah jatuh pingsan.
Setelah 3 hari pemakaman Aiya, aku mencoba membuka amplop biru pemberian Aiya untuk ku, setalah aku membukanya dengan tetesan air mata mengalir dipipiku.Aku melihat kalung berbentuk hati dan sepucuk surat,
“Assalamualaikum
Arif, sebelumnya aku minta maaf padamu, karena aku telah meninggalkan kamu tanpa ada kabar dan penjelasan yang jelas, karena aku tidak ingin melihat seseorang yang aku sayang dan aku cintai harus bersedih dan meneteskan air matanya hanya karena penyakit ku ini, aku pergi agar kamu bisa melupakan aku dan mencari penggantiku kau juga boleh membenciku, karena itu lebih baik daripada aku melihatmu kasihan dengan ku. Karena aku ingin melihat mu bahagia bersama orang lain yang lebih sempurna dari pada aku dan kalung ini aku berikan untuk mu dan penggantiku untukmu.
Wassalammualaikum.
AIYA

Cinta dan kasih sayang yang tulus akan selalu berjalan beriringan,karena timbulnya cinta dan saling jujur diantara kita karena adanya rasa sayang dan takut kehilangan satu sama lain. Kehilangan orang yang kita cintai dan sayang itu memang terasa sangat meyakitkan tetapi kehilangan itulah yang akan membuat kita lebih tegar dan lebih mengerti akan perasaan kita sendiri.

“ Move on. It’s just a chapter in the past.
But don’t close the book, just turn the page.”

PROFIL PENULIS
Facebook Ria Margati Winx Club
Lahir Cilacap, 20 juni 1996
No. Urut : 1322
Tanggal Kirim : 19/04/2014 15:50:32

PEREMPUAN DI PERSIMPANGAN

PEREMPUAN DI PERSIMPANGAN
Cerpen Karya Vinka Aprilla Patricia

Dengan cepat Seruni mengayuh sepedanya. Melewati jalanan yang berlubang dan sedikit berbatu. Rencananya sepulang sekolah ia akan menyelesaikan tugas menggambarnya bersama Nata.
Bunyi dedaunan kering yang tergilas roda sepeda Seruni mengiringi perjalanannya. Sampai di persimpangan gerbang komplek. Seulas senyum mengembang di wajah manis Seruni, dia bisa sampai lebih cepat hampir setengah jam ke rumah dari biasanya. Saat melintasi persimpangan komplek, nampak seorang perempuan muda yang cantik duduk termenung. Seruni mengerem mendadak sepedanya, hingga hampir membuatnya terjatuh.
Perempuan cantik itu duduk sendirian. Pakaiannya serba hitam dan menggenggam setangkai mawar, kepalanya tertunduk seakan menghitung butiran pasir yang ada di bawah kakinya. Namun, karena buru-buru, Seruni segera meninggalkan perempuan itu, walau dengan hati yang masih penasaran.

Sesampainya di rumah, Seruni segera menyiapkan peralatan menggambarnya, ibu yang melihat tingkah Seruni yang terburu-buru sampai heran dibuatnya.
“ Ni, kamu mau kemana? Kok buru-buru banget?” tegur ibu
“Seruni mau ngerjain tugas menggambar, Bu”
“Yaudah, tapi kamu makan dulu sana!” perintah ibu
“Uni buru-buru, Bu! Nanti aja deh makannya!”
“Kamu kan baru pulang, Ni. Pasti capek, sedikit aja biar gak sakit”

Seruni menuruti perintah ibunya. Dia menyendokkan nasi dengan terburu-buru ke dalam mulutnya.
“Pelan-pelan, Ni! Nanti tersedak!” suara ibu membuat pola makan Seruni melambat, dan stabil seperti seharusnya. Setelah menghabiskan makan siangnya, Seruni mengambil sepeda yang di senderkan di pohon pekarangan rumahnya.
“Pulangnya jangan kesorean, Ni!” pesan ibu, suaranya terbawa desiran angin sembari mengiringi kepergian Seruni yang semakin menjauh.
Sampai di persimpangan komplek, perempuan itu masih berada di sana, kali ini mengenakan selendang hitam yang dililitkan di kepala menjadi sebuah kerudung. Seruni menghentikan laju sepedanya beberapa meter dari perempuan itu, baru kali ini ia melihat perempuan itu. Dengan gaya misterius, dan tak ada yang memperhatikannya.

Sayangnya, Seruni sedang tidak banyak waktu, lagi-lagi ia berlalu meninggalkan perempuan itu. Senja telah tiba saat Seruni pulang dari rumah Nata. Kini perempuan itu telah menghilang entah kemana, Seruni sempat mencarinya di sekitar persimpangan, namun hasilnya nihil.
“Wah, aku bisa dimarahi, ibu!” pekik Seruni begitu melihat jam tangannya yang menunjukkan pukul 18.37 WIB. Ia memutuskan untuk segera pulang.
*

Semilir angin pagi segera menyeruak begitu Seruni membuka jendela kamarnya. Nyanyian merdu para burung menemani pagi Seruni hampir setiap hari. Sungguh, Tuhan telah menciptakan segalanya dengan amat sangat indah.
Seruni berdiri di depan daun jendela kamar yang dibuka lebar, dihirupnya udara pagi yang menyegarkan itu sebanyak-banyaknya, sekuat yang bisa di tampung paru-parunya. Dan perlahan ia menghembuskan udara menyegarkan yang penuh dengan oksigen itu menjadi karbondioksida. Rasanya ingin melakukannya berulang-ulang, sayangnya Seruni harus segera berangkat sekolah. Dengan malas ia meraih handuk yang tersimpan rapi di laci dan bergegas mandi.
“Ni! Seruni! Sarapan!” panggilan ibu menyadarkan Seruni yang tengah terdiam di depan jendela. Tiba-tiba ia teringat perempuan yang kemarin ditemuinya.
“Iya, Bu!”

Dengan langkah terburu-buru Seruni meraih tas ranselnya, dan berjalan menuruni anak-anak tangga.
“Cepat, Ni! Nanti terlambat!” tutur ibu begitu Seruni duduk di meja makan, ia hanya mengangguk mengiyakan perkataan ibu.
“Bu, aku berangkat!” ucap Seruni begitu selesai menghabiskan sarapannya
“Hati-hati ya, Ni!” pesan ibu. Seruni segera mencium punggung tangan ibu, dan segera mengayuh sepedanya.

Tiba di persimpangan komplek. Perempuan itu tengah duduk menyendiri, kerudung hitam yang dipakainya nampak telah lusuh.
“Seruni!” seseorang menyerukan namanya. Seruni memalingkan wajahnya dan mendapati Kinan di sana.
“Eh, Kinan. Ngagetin aja!”
“Hehe, maaf. Berangkat bareng, yuk!” tawarnya, Seruni mengangguk.
*

Kebetulan hari ini para guru mengadakan rapat di sekolah, Seruni pulang lebih cepat. Tiba di persimpangan. Perempuan itu tetap duduk, kali ini sambil memegangi perutnya, wajahnya tampak pucat, serta sesekali ia meringis.

Sekian lama Seruni memperhatikan perempuan ini, tapi belum pernah ia menegurnya atau sekedar berbasa-basi dengannya, dia juga tak pernah melihat orang lain melakukannya.
“Permisi” lontar seruni ragu-ragu
Perempuan itu mendongak, air matanya menggenang.
“Ibu kenapa?” Tanya Seruni. Namun, perempuan itu hanya diam sambil tetap memegangi perutnya.
“Ibu lapar? Ini saya punya roti” Seruni memberikan roti bekalnya, dan duduk di samping perempuan itu.

Sayangnya perempuan itu tetap bungkam, bahkan tak mengucapkan terima kasih. Dilahapnya roti itu dengan sekejap, Seruni sampai terkesima dibuatnya. Perempuan itu begitu kharismatik, matanya banyak bercerita tentang keadaannya, mata sendu. Mata sendu yang memukau.
“Ibu ngapain disini?” Tanya Seruni
“Hmm, ya beginilah duduk memandangi orang-orang yang keluar masuk komplek”
“Memangnya Ibu nggak punya rumah?”

Perempuan itu menggeleng “Saya juga nggak punya keluarga” tuturnya
“Ibu mau tinggal di rumah saya?”
“Hah, memangnya boleh?”
“Tak tahu juga sih. Tapi nanti saya jelaskan pada ibu di rumah”
*

“Itu siapa, Ni?” Tanya ibu begitu Seruni pulang
“Ehmm, ini teman baru Seruni”
“Teman baru?” ibu mendelik
“Untuk beberapa hari ke depan, ia tinggal di sini. Boleh kan, Bu?” rengek Seruni
“Hmm, iya. Boleh kok”
“Makasih, Bu! Ibu baik deh” Seruni memeluk ibunya. “Ayo!” ajak seruni pada perempuan itu.
“Bisakah Ibu ceritakan padaku tentang kehidupanmu?” pinta Seruni

Perempuan itu terdiam, ia mendongak memperhatikan langit-langit kamar Seruni.
“Kenapa?”
“Aku tidak suka menceritakan tentang kehidupanku apalagi tentang keluarga. Ya mungkin karena aku telah tak memilikinya” ujar perempuan itu kemudian
“Oh, maaf. Mungkin Ibu lelah, istirahat saja.”
“Jangan panggil ibu, aku belum setua itu. Panggil kakak saja” seruni mengangguk.

Keesokan lusanya saat Seruni sedang menonton kartun di televisi.
“Jangan nonton kartun terus, Ni!” ibu meraih remote di tangan Seruni “Sekali-kali nonton berita, biar tahu keadaan dunia luar” sambungnya

Dengan malas Seruni menyimak berita yang muncul di televisi. Kali ini tentang kasus pembunuhan sebuah keluarga.
“Lho. Itu kan” Seruni memicingkan matanya guna memperjelas apa yang baru dilihatnya
“Kenapa?” Tanya ibu yang duduk di sampingnya
“Jadi, selama ini aku berteman dengan seorang pembunuh?” Seruni memandang kosong tembok dihadapannya.
“Kenapa sih,Ni?” Tanya ibu penasaran
“Ibu lihat saja sendiri”

Seruni berdiri meninggalkan ibunya yang masih kebingungan. Ia segera ke taman belakang rumah, tempat kesukaan perempuan yang ia panggil kakak itu.
“Kak, kenapa selama ini Kakak nggak bilang?”
“Bilang apa?” Tanya perempuan itu kebingungan
“Kalau Kakak jadi sebatang kara, karena Kakak udah bunuh semua keluarga Kakak!”

Perempuan itu diam, dan dingin seperti biasanya, wajahnya tak menyiratkan rasa bersalah
“Kamu nggak tahu, Ni.”
“Nggak tahu apalagi? Seruni tahu semuanya!”
“Kamu nggak tahu kalo Kakak ini…”
“Apa? Kakak kenapa?”
“Kakak, menderita psikopat. Ada sisi lain dalam diri Kakak yang menginginkan semuanya terjadi”
“Tapi, mengapa Kakak harus melakukan semua ini? Seberapa besarkah masalahnya?”
“Mereka terlalu asik dengan kegiatan mereka, tak mempedulikan Kakak. Daripada mereka dibiarkan hidup, lebih baik mereka mati sekalian!” penuturannya disertai senyuman licik “Kalo kamu macem-macem juga, bisa jadi nasibnya sama kayak mereka! Hahhaha” ucapnya ringan membuat mata Seruni terbelalak.
 
PROFIL PENULIS
Nama : Vinka Aprilla Patricia
Tempat/tgl lahir : Bandung, 13 April 1999
Umur : 14 tahun
Kelas : IX E
Sekolah : SMPN 3Rancaekek
Alamat : Rancaekek Permai blok H1/8
RT O5/16 Kab.Bandung, Jawa Barat
Hobi : Mengarang cerita, membaca novel, menyulam dan sesekali menjahit
Kode pos : 40394
No. telepon : 085795448755
e-mail : Vinka_aprilla@yahoo.com
Prestasi : Juara Favorit LMCR-ROHTO 2013
Facebook : Vinka Aprilla
 

 photo tyuuu_zpsc6ef6817.jpeg"/>" /> KPA photo 10169318_1490733947824313_8365615283135808455_n_zps90846386.jpg" /> Ame Mayday photo 20140502_110353_zpscef26929.jpg" /> gpmd photo 1012032_1446233695607672_1066147129_n_zps3f4d6c09.jpg" />  photo nbv_zpsc8429ade.jpg"/>" /> gpmd4 photo 1491_678730012152865_1221172235_n_zps4dfde858.jpg"/>" /> gpmd3 photo 1491_678730012152865_1221172235_n-Salin_zpsf038dc5f.jpg"/>" /> gpmd2 photo 1491_678730012152865_1221172235_n-Salin-Salin_zps3b3d0b92.jpg"/>" />  photo --9-98-89-98-967_zpsb0261f2e.jpeg"/>"/>" />